Posts Tagged ‘hujan’

Lukisan Hujan

air mata bidadari menetes dari pelangi
menghias kanvas langit lazuardi

gigil dingin basah
tetes demi tetes tak kenal lelah
jatuh dan terus jatuh
patah

mengapa hujan kabarkan sedih
di palung hati?

bagai lukisanMu yang abadi

Banjarnegara Minggu 23 Desember 2012

Iklan

hujan mengirim sunyi

hujan mengirim dingin dan gigil

angin melewati kisi-kisi jendela membawa kabar

dari negeri entah

 

hitam malam 

langit pun gelap tak berbintang

bulan sembunyi  tak ada pungguk yang menyanyi

 

hanya pohon-pohon diam

dalam sepi yang paling sunyi

 

Banjarnegara, malam jumat 8 juni 2012

Lagu Hujan

hujan bernyanyi
dalam senandung sunyi
titik-titik air membentuk harmoni
nada-nada merdu mengalun
sendu

hujan bernyanyi
mendendangkan lagu sepi
hati lara sendiri
tak ada sesiapa menemani

lagu hujan irama bidadari
semerdu buluh perindu
seindah pelangi

ku kan merindu
kisah bidadari meniti pelangi

hujanku jangan kau pergi
teruslah bernyanyi!

Banjarnegara, 1 Maret 2011

Hujan Dalam Sajak Sepiku

foto hujan dalam pigura
sepi
tetes air di lukisan dewa-dewi bak
warna pelangi merah hijau kuning ungu

hujan dibingkai sepi
sembunyi menemani membungkus
dahaga

hujan turun dan turun lagi
seperti lagu remajaku kasih hujan turun lagi
sang biduan berdendang dengan suara sendu dan
sengau
wajah cantik lesung pipi lagunya enak di telinga
cukup menghibur hati kala
rindu mendera

hujan dan warna bidadari
kucari dia sampai ujung desa
tak ada hanya dongeng belaka
nina bobo yang penuh bahagia
mengantar dunia mimpi dengan diantar
pangeran tampan berkuda atau
putri cantik jelita
bahkan si kancil yang suka mencuri pun
jadi pahlawan melawan pak tani dan siputlah
pemenangnya

hujan dalam dimensi
dibingkai indah sekali
menangkap dan digantung di dinding
penghias ruang

hujan ditemani gemuruh kilat
perkasanya alam dan si kembar
merinding ketakutan

hujan titik-titik air
dingin masuk melalui jendela
menyapa

hujan dalam sajak sepiku
mengapa kau kenanganku
sentiasa datang bersama hujan ?
membawa angan mengembara naik
kuda berjalan menyusuri rimba dimabuk
dongeng cinta
saat ingusan yang tak lekang
hingga dewasa

hujan dan jalan sunyi menuju pelangi
di ujung cakrawala senja

Banjarnegara, Sabtu 12 Februari 2011

Hujan Desember

desember
hujan deras mengucur
basahi segala
dedaunan, pohon
dingin
menggigil

desember
ada yang melintas
kenangan sesaat
kau terukir di sana

kala jemari lelah
menuliskan kata
rindu membatu

wajah sendu di sudut sekolah
selalu mendamba
namun kian jauh tak tergapai

di ujung senyap desember
penantian kian sia-sia

hujan desember telah basahi kotamu lagi
lupakan saja kenangan kita
tinggal senyap di ujung pena

Banjarnegara, 21 desember 2010

Menangkap Hujan

dia menangkap hujan
berlari menari seirama hujan
merayakan titik-titik air yang
jatuh dari langit

dia mencari bianglala menyusur
rimba menemu danau

di mana bidadari?

dia menangkap hujan
berlari menari
seakan tak pernah lagi
segembira ini

Banjarnegara, 18 Oktober 2010

hujan

adakah hujan di luar sana
telah mendinginkan hatimu yang ngungun
indahnya dunia
sayang jika terlewat begitu saja

sayang , jika resah hatimu
titipkan pada air hujan
dengan tetes-tetes airnya
mengguyur dunia dalam damainya basah

lihatlah dunia nyata
yang siap dengan apa saja
daripada kau berlari pada mimpi
yang tak hasilkan apa-apa

di sini hujan lagi
sudahkah dingin hati
mendamaikan mu!