Pagi

mentari telah mengintip dari balik kisi jendela saat
kuterbangun dari mimpiku
bidadari telah pergi dan
pangeran pun mengikuti

tinggallah aku menyatukan raga dan jiwa
siap menghadapi sibuknya dunia.

Banjarnegara, Minggu 11 Maret 2012

Iklan

Seribu Keindahan

malam tak berbintang namun
di sana ada berjuta bintang yang dijanjikan
kala bulan, langit mengirim seribu keindahan
lebih elok dari seribu satu bulan

ke mana kan menjemputnya?
diriku yang kerdil tak berani mimpi menggapai keindahan terjanjikan
dalam kerendahan
melantunkan doa demi doa
mohon ampunan

langit kini berhias bintang
ingin kuraih satu tuk
temaniku di sepi malam
mengajariku ketaatan pada Tuhan

kunanti saat angin terhenti
keindahan tak terperi
barangkali Lailatul Qodar kan menyapa
saat hati telah berserah pasrah padaNya

Banjarnegara, 22 Agustus 2011 malam ke 23 Ramadhan

Duka

pisau duka kau
tusukkan diam-diam

tanpa suara tanpa
keluh

tak ada air mata
hanya sebaris luka

kenapa netes lagi
darah dari hatiku?

banjarnegara, 30 juli 2011

Luka

celoteh anak rembulan
di sunyi hari
hibur diri dari luka

ruang dan waktu menghimpit
menanti entah

langit cerah di sana
tak pernahkan merasa sakit?

aku ingin jadi daun saja
atau bulan
bintang
matahari

celoteh sunyi ditemani dinding bisu

Banjarnegara, 25 Juli 2011

Mozaik Indonesia

Bayangkanlah Indonesia sebuah mozaik. Presiden, anggota DPR, menteri adalah noktah-noktah kecil dalam kepingan mozaik itu. Ada rakyat, guru, pedagang, penjual asongan, buruh pabrik, penganggur yang juga merupakan noktah-noktah pembangun mozaik Indonesia.
Nah, jika kita kecewa dengan pemerintah Presiden beserta rombongannya (jajarannya), DPR dan lembaga negara lain, kita masih bisa berharap pada noktah-noktah lain pembentuk Indonesia.
Saya dan Anda percaya masih banyak orang baik di Indonesia. Masih ada guru, pegawai, hakim, pedagang, polisi, petani yang jujur dan baik.
Sekecil apa pun ternyata peran mereka dalam membangun mozaik Indonesia sama dengan pengambil kebijakan. Jadi percayalah Indonesia belum akan tenggelam jika kita titik-titik kecil namun berperan dalam membangun Indonesia tetap bersikap jujur, nasionalis, berbuat terbaik di bidangnya masing-masing.
Ayo Indonesia, ayo kita berbuat yang terbaik!

Banjarnegara, Senin 18 Juli 2011

Malam

malam gelap namun
ada kerlip bintang di sana
bulan sabit malu-malu menampakkan senyumnya

hening menyapa senyap
menggapai indahnya mimpi
di balutan selimut malam

sehelai daun jatuh
melayang di udara
jatuh ke bumi memeluk sepi dan
dinginnya sunyi

banjarnegara, selasa 7 juni 2011

Purnama Sembunyi

Purnama menghiasi langit malam
lukisan Tuhan di bentang kanvas langit
bintang gemintang terserak

kini purnama sembunyi
hitam kelam
sunyi meraja
ditemani tetes hujan

sesepi dan sehitam hatiku!

Banjarnegara, 19 Mei 2011