Hujan Januari

hujan mengirim dingin yang merambat dari jendela
hening waktu terhenti
sayup suara jengkerik menghias gelap malam
tak ada bintang apa lagi bulan
mereka sembunyi di punggung malam

hujan januari tak henti berhari-hari
tangis bidadari menumpahkan air mata dari langit tinggi

adakah kau di sana entah
mendengar juga nyanyi hujan mengirim pesan
tentang kerinduan seperti gelap merindu malam?

kau dengarkah dingin menyapamu
menitipkan sendu yang dulu diam-diam kita hayati sepenuh hati

sudahlah jika hujan demikian mengukir keindahan
membentuk bayang lukisan
cukuplah sudah toh hari ini kenyataan
kita petik sendiri-sendiri gitar kita semerdu apa
tak ada lagi kolaborasi hanya serpihan kenangan
yang tak ada arti lagi

ditulis di dinginnya malam kala hujan jumat 8 januari 2010

6 responses to this post.

  1. Posted by ariyuli on 8 Februari 2010 at 3:37 am

    sipp.. melengkapi puisi sapardi, hujan bulan juni. 🙂 kali lain ada hujan desember atau hujan oktober.

    Balas

  2. . penikmat hujan . mau donk diajarin bikin puisi mba …

    Balas

  3. Sama dong Nea, tulis saja apa yang ada di hati , pilih kata yang tepat dan indah…jadilah puisi!

    Balas

  4. Susah? nggak ah, coba dulu. Ceritamu bagus kok, terlihat pintar menyusun dan memilih kata.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: