Di Ujung Jalan Itu

Di ujung jalan itu kau malu-malu
menyapaku sedikit anggukan santun untukku
hai, aku malu sekian lama tak bertemu tapi
hanya selintas hadirmu di depan mataku

hari hujan derai-derai air basahi trotoar
ku melompat berjalan tergesa
sambil mengangankan secuil senyumnya
duh jangan bermimpi nyonya ada suami menunggu di sana
dan dia menyapa sembari menuntun kedua anaknya

ah ku terbangun dari buai indah bayang manis masa lalu
hadapi hari ini
tangkap, genggam erat-erat
esok hadapi kenyataan yang tak terelakkan!

ditulis kala hujan reda malam gulita 12 januari 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: