Hutan Pinus

angin membelai dahan pinus
daun-daunnya menusuk udara
segarnya sampai ke dada

ada yang tertinggal di sana
di ketinggian pucuk cemara
selembar masa lalu yang kusimpan untuknya saja

saat gerimis merinai
basahi pohon-pohon
wangimu menyebar sampai ke hidungku
amboi bersihnya udara yang terhirup

sayup-sayup burung
berkicau dan berkelebat terbang
di antara rimbunnya hutan

hijau sepanjang mata memandang
mewartakan kedamaian

ditulis pada malam minggu 6 februari 2010

Iklan

2 responses to this post.

  1. Hati yang penuh keindahan
    damai terasa

    Balas

  2. Sedamai dan seindah Mbak Saida, terima kasih.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: