Dingin


di tepian sepi
berteduh di derasnya hujan
gigil dingin menemani

di manakah kau?
datanglah , jemput aku

di sini terlalu sunyi
bidadari pun hanya menari di titian pelangi
aku tak mau sendiri

ah, kau tak datang juga
membeku dalam dingin
menikmati belaian angin

Banjarnegara, 19 Oktober 2010

Iklan

8 responses to this post.

  1. Posted by ahsanfile on 7 November 2010 at 2:41 pm

    Sugeng ndalu mbak yu….

    Wah suwe aku ora dolan rene… 😀
    banjarnegara lagi hujan abu… apa masih tetep dingin ?

    Balas

  2. Sugeng dalu ugi Kang Ahsan. Banjarnegara hujan abu sampai tebal tu di halaman rumah dan jalan. Dingin? Sudah ganti jadi batuk…ada sih puisi baru judulnya Pesan Merapi diposting di Kompasiana.com Bude Binda. Silakan Ahsan bisa baca tulisan saya di Kompasiana.com. Ada juga Saat Kurindu Yogya. Matur nuwun.

    Balas

  3. Posted by ahsanfile on 7 November 2010 at 2:55 pm

    Alamat sing nang kompasiana sing ndi ?
    aku kepengin ngerti lho .. :mrgreen:

    Balas

  4. Posted by ahsanfile on 7 November 2010 at 3:09 pm

    Koq namanya agnes theresia ?

    Balas

  5. He…he..bukan , namaku di Kompasiana.com Bude Binda sama seperti di facebook dan baru buat di Twitter.

    Balas

  6. puisinya dingin euy 🙂 coba yg ditunggu tau pasti dia akan menjemputmu 🙂 tq dah kunjung ya 🙂

    Balas

  7. Ya , Mas Aula, sayang ya yang ditunggu tak tahu jadi tak menjemput deh. Terima kasih juga sudah berkunjung ke blogku, sukses selalu.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: