Sendiri


di sini sendiri
menggapai langit senja
semburat biru menjemput malam

di manakah cakrawala berujung?
bintang kan jawab
termangu di langit tinggi
temani malam menanti sang fajar

kelam di ujung gulita
menemani senyap
di bawah langit yogya ku sendiri

tak ada jawab
kau entah
hanya rembulan setia
temani bintang di ketinggian

Karangmalang C. 28 11 Juni 2010

Iklan

6 responses to this post.

  1. akh, kasihan sekali dirimu…pulanglah saja pada malam dan menyatulah engkau padanya

    Balas

  2. sini aku temenin 🙂

    Balas

  3. Oke, terima kasih Hairul. Puisi ini kutulis saat sepi sendirian di Yogya.

    Balas

  4. Siapakah manusia seringkali terlihat ketika dia berada dalam kesendirian dan tekanan. Dalam kesendirian apa yang mereka lakukan, itu yang menentukan kualitas hidupnya. Sedangkan dalam tekanan, seseorang akan mereaksi apa. Itulah dia.
    Menulis puisi yang indah adalah pilihan yang tepat. Bagus.
    http://bingkisanjiwa.wordpress.com/

    Balas

  5. Terima kasih pencerahannya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: