Daun


sehelai daun jatuh dari tangkai yang merapuh
melayang-layang mencium udara
ditimpa bayang kian menjauh

jatuhlah ia, gugur di pelukan bumi
menelungkup bersujud
di haribaanNya

sehelai daun jatuh di ujung dahan merapuh
selembar hati runtuh di jiwa yang merapuh
namun coba tak mengeluh
tunduk patuh
pasrah padaNya
di tulusnya doa

banjarnegara 2 agustus 2010

Iklan

6 responses to this post.

  1. Posted by sangpenjelajahmalam on 6 Agustus 2010 at 5:30 am

    bagus…

    Balas

  2. Terima kasih Andy!

    Balas

  3. puisix bgus2, salam knal dari aq, sekretaris bangkit.wordpress………

    Balas

  4. Terima kasih Amir, salam kenal juga!

    Balas

  5. waduh.. jadi keinget band hijau daun nih šŸ™‚

    Balas

  6. O ya, terima kasih Hairul.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: