RINTIH


di tepian sepiku
adakah kau
mengukir hening
menitipkan rintih
di ujung daun
menjemput senja yang jatuh
di kelopak bunga.

Lor In Solo, 19 Juli 2010

Iklan

8 responses to this post.

  1. Posted by ahsanfile on 19 Juli 2010 at 2:21 am

    Puisinya penuh perasaan mba…
    aku ikut berandai-andai…

    Balas

  2. Iya ….terima kasih Ahsan!

    Balas

  3. singkat, penuh makna.
    seperti makna dari judul puisinya.

    Balas

  4. Terima kasih Rudi, jadi tersanjung nih!

    Balas

  5. *merenung*

    Balas

  6. Terima kasih Mas Andy, ini puisi nulisnya di Lor In Solo.

    Balas

  7. Dalam sekali puisinya…

    Balas

  8. Oh,ya? Ma kasih Wulan!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: