PERIHKU


Saat perih mendera
kau garami luka

sakit tiada terkira
kucari angin
kucari rembulan
tuk lupakan sakit ini
namun hanya gelap yang meraja

biarlah gelap menemaniku
biarlah luka masih ada
esok kan sembuh bersama terbitnya sang surya

Banjarnegara 1 Juli 2010

Iklan

12 responses to this post.

  1. Posted by mandor tempe on 2 Juli 2010 at 11:17 am

    betapa sakitnya rasa itu
    apakah saya boleh memberikan penawarnya

    Balas

  2. Penawar atau roti tawar? Ha…ha…ma kasih Pak!

    Balas

  3. aaammmmmmiiiiinnnn….

    Balas

  4. Terima kasih Mbak Lili!

    Balas

  5. Dan perihku akan segera lenyap
    Tersapu awan di langit
    Lalu tergantikan dengan senyuman
    Yang kembali membuatku ceria

    Balas

  6. Terima kasih puisi Ifan indah!

    Balas

  7. kadang garampun bisa jadi penawar luka agar tak terjadi infeksi lebih lanjut

    Balas

  8. Posted by Misro Tech on 7 Juli 2010 at 6:29 am

    oh indahnya ruang hati ini
    kadang kala sakit
    kadang kala sembuh,,,,
    selama Dia masih menerangi ktia dengan surya-Nya
    gelap nan jauh dari mu,,,

    terima kasih sobat,,,,

    Balas

  9. Terima kasih juga Misro, semoga sukses selalu!

    Balas

  10. Luka digaramin.. Hmm, tak terbayangkan perihnya…..
    Tp, saya senang Titi tetap optimis, bak janji mentari tuk terbit esok hari…. 😀

    Nice post….

    Balas

  11. Sungguh perih namun ada hari esok yang lebih indah dan menyembuhkan, terima kasih !

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: