Lagu Malam


Matamu beku sedingin es batu
Masih adakah asa di sana
Sementara hari-hari terus berlari
Menyimpan misteri sang waktu

Jam dinding berdetak
memecahkan heningnya malam
mimpi demi mimpi
merajut jalinan angan semu
dan kau semakin larut
dalam pekatnya fatamorgana

Di luar angin menyapa gelapnya
malam yang menjelang
Daun yang menguning gugur
helai demi helai
Meninggalkan sepi yang tak
tertanggungkan

Malam merambat
pelan dan sunyi itu kian
menyakitkan
Tiba-tiba angin di dinding kamar
retak dalam bingkai luka

ditulis 24 November 2005

Iklan

2 responses to this post.

  1. Lagu malam ini bagaikan sebuah halusinaku akan suatu ketakutan tentang masa lalu, sekarang dan mungkin esok hari

    Balas

  2. Ternyata pengalaman puitik bisa dialami orang lain juga , universal. Terima kasih Ifan sudah mengunjungiku lagi!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: