Dukaku


kusimpan dukaku dalam diam
kala hitam malam datang menyapa
di tidur lelapku tanpa mimpi
pagi hari duka itu masih ada

doa demi doa kupanjatkan
membasuh sepi kehilangan

begitu lama dia telah menemaniku
menuntunku
teladanku dalam iman
ibadah yang tiada putus
malam jadi saksi menghadap Illahi
di sunyi diri

hari-hari telah mengikis duka ini
ada masih ada lubang di hati

pada bintang di langit kutitipkan salamku
damailah dia di sana
mengharap ridloNya

tinggallah kini kenangan
yang hidup dalam bayang
jejak – jejak kebaikan
kan kujadikan panutan

sejuk angin menyadarkan
kita semua hanyalah bunga
di jambangan sang Pencipta
kelak kan layu jika saatnya telah tiba!

tuk kakek yang tenang di alam keabadian Selasa 28 Februari 2010

Iklan

4 responses to this post.

  1. wah…jago puisi toh…

    Balas

  2. Posted by jiwasukses on 28 Maret 2010 at 2:55 pm

    salam penuh jiwasukses…….
    Puisi yang menggugah jiwa,,,,,,,
    Tapi kita Harus Tau satu hal.Tak ada yang abadi di dunia ini,Begitu Juga Kesedihan kita……………

    http://jiwasukses.tk

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: