Di Serambi


duduk di depan rumahmu
menatap bebungaan yang tumbuh di halaman
anggrek, alamanda, mawar, euforbia
bak taman di maya pada

semarak bunga sejuk di mata
kau datang suguhkan segelas cinta
o, bukan segelas teh sepat manis
sepiring pisang goreng semarakkan suasana

tetes-tetes hujan mendamaikan
gemuruh di hati
sejuk udara sejuk kata
yang terucap dari bibir indahmu

angin meniup rambutmu
kau tertawa

di serambi ingin kusampaikan segenap rasa
namun kau alihkan segala

bunga-bunga mengangguk padaku
menguatkan aku tuk sampaikan hasrat terdalamku
padamu

hanya senyummu saja jawabnya

ah, burung-burung yang riuh terbang di pepohonan
kupu-kupu saling berkejaran
halaman rumahmu saksi bisu

tak ada jawab
senyummu yang monalisa

sampai hari ini
kusimpan segenap kenangan di
suatu minggu pagi tak terlupakan

ditulis pada minggu 21 maret 2010

Iklan

2 responses to this post.

  1. wah puisi panjang yang mendayu-dayu..

    SABUDI (sastra udaya indonesia)
    mari kita jaga bersama!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: