sendiri


di sini aku sendiri
menelan senyapnya sepi

di mana kau?
kala aku butuh teman
kau pergi ke entah

tetes-tetes hujan
menyapaku membasahi hatiku yang kian dingin

sayup-sayup kenanganmu
menghablur di kornea mataku

semua yang berlalu
tinggal manis di kenangan
bahkan yang dulu sedemikian pahit menyakitkan
kini indah saja dalam jejak ingatan

aku tahu
sesuatu yang hilang selalu lebih terkenang
sementara yang ada di genggaman hanya bagi bayang

temani aku!
di sini sekarang
mari berbagi cerita, tertawa

biarkan hujan
nanti kan reda
biarlah dingin
nanti kan terbakar oleh tatapanmu

begitulah mimpi
pergi dan tak kembali

yang tinggal hanya cerita yang tak utuh lagi
sudahlah aku akan sendiri malam ini
sepi teman setiaku sejak dulu
pergilah sana jangan ganggu aku lagi

Iklan

8 responses to this post.

  1. tanx ya dah comment di blog aku. aku bloger pemula nih..maklum kalo belum sempurna ..
    saling invite ya..:-D

    Balas

  2. Ma kasih … setuju!

    Balas

  3. Posted by alifis on 4 Januari 2010 at 8:19 am

    maturnuwun mampir di bloqku
    berbalas aku mengunjungi blogmu
    wooww …kubaca puisi-puisi bermutu…
    penuh penjiwaan dan mengharu-biru
    apalagi dengan puisi sendiri
    tahun baru semangat baru telah menanti
    dan semoga tidak sendiri lagi
    dan….
    semoga jadi lebih baik lagi

    upsss susah banget buat puisi, malah jadi pantun hehehehe…

    Balas

  4. Posted by Alimah on 13 Januari 2010 at 12:47 pm

    http://menjadikosong.wordpress.com

    siapa yang membuatmu merasa sendiri di tengah sepi, kawan. mereka atau kita sendiri yang lebih memilih merasa kesepian di tengah sendiri. sendiri hanyalah raga, dan sunyi adalah dunia yang lain. dunia yang bisa jadi terasa ramai, tergantung bagaimana kita menciptakannya.

    Balas

    • aku memang memilih sendiri dan sepi, karena sepi adalah laku untuk lebih mengenal diri, dalam sepi ada keindahan, damai, sejuk yang lebih daripada kita memilih ramai, walau tak selamanya kita sendiri dan sepi. Ada saat kupilih keramaian, menikmati banyak teman, membunuh kesepian, ah kita sedirilah yang berhak mengatur suasana hati kita. Terima kasih kunjungan dan diskusinya ttg sendiri dan sepi. Thanks!

      Balas

  5. puisnya bagus2 dan keren2………:)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: