Sajak hujan


pagi datang diam-diam

disapanya matahari

yang tersenyum pada embun

kabut pun turun

menjadi tirai hujan

yang bercengkerama dengan dingin

lalu  sepi

jarum jam berhenti berdetak

dingin memeluk pepohonan

daun-daunnya berteman dengan angin

berpagutan mesra

jalan-jalan basah

embun pun bergaul berbaur dengan tetes hujan bertemu di daun

rumput

di mana burung?

sembunyi di ketiak hutan

ah, tak kudengar nyanyi alam

hanya dingin dan basah yang menjawab

ditulis di senja rabu 11 november 2009 oleh titi

Iklan

3 responses to this post.

  1. Puisi hujannya menarik. Untuk berbagi puisi kunjungi blog saya di http://www.percikrasa.blogspot.com

    Balas

  2. Terima kasih kepada pengunjung blog yang telah membaca puisi ini!

    Balas

  3. ketika hari berlari
    kau beku bagai batu
    senyum hilang ditelan murka
    adakah maaf tak kau
    beri
    tak kau simpankah sabarmu
    di hatimu yang seluas samudra

    sampai kapan
    entah
    aku tak tahu

    ah, masih ada mentari
    yang kan menemani langkahku

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: