Puisi sepi


adalah burung yang menyapa hujan pagi

menutup sinar mentari

basah sayapnya menggigilkan dingin yang kekal

 

adakah senyap ini

menyelimuti hati

 

sementara burung berhenti  nyanyi

hanya irama hujan

tetes-tetes airnya

menindih sepi diri

 

duh, kapan kan berhenti kabut ini

berganti ceria menyibak pagi?

Iklan

5 responses to this post.

  1. Posted by liece on 10 November 2009 at 11:35 am

    ayooo. .lanjutkan. ! 😀

    Balas

  2. Salam kenal sobat, link sudah terpasang di ruanghati.com.

    Sukses Selalu dan Damai Dibumi.

    Balas

  3. Teman-teman saya sedang kehilangan password, jadi sementara ini puisinya belum bisa tambah. Terima kasih untuk Pak Darto, maaf Pak komentar Bapak belum bisa dicantumkan karena kendala teknis tadi. Demikian pula untuk Pak Tisna terima kasih komentarnya, maaf belum dimuat. Sukses selalu blogger Indonesia. melalui blog kita berkarya!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: