pisau duka kau
tusukkan diam-diam
tanpa suara tanpa
keluh
tak ada air mata
hanya sebaris luka
kenapa netes lagi
darah dari hatiku?
banjarnegara, 30 juli 2011
30 Jul
pisau duka kau
tusukkan diam-diam
tanpa suara tanpa
keluh
tak ada air mata
hanya sebaris luka
kenapa netes lagi
darah dari hatiku?
banjarnegara, 30 juli 2011
Posted by Ifan Jayadi on 31 Juli 2011 at 8:26 pm
Sedih banget sih mbak puisinya. Jangan sampai duka itu trus berkelanjutan. Pulihkan ia dengan selalu memohon perlindungan Allah SWT
Posted by jendelakatatiti on 1 Agustus 2011 at 1:28 am
Terima kasih Ifan, iya nih waktu nulis memang sedihnya dalam. Alhamdulillah sekarang sudah ceria, selamat berpuasa maaf lahir batin.
Posted by andinoeg on 2 Agustus 2011 at 3:50 pm
selamat berpuasa
Posted by jendelakatatiti on 3 Agustus 2011 at 1:32 pm
Sama-sama, selamat berpuasa juga untuk Mas Nug, terima kasih.