Duka

pisau duka kau
tusukkan diam-diam

tanpa suara tanpa
keluh

tak ada air mata
hanya sebaris luka

kenapa netes lagi
darah dari hatiku?

banjarnegara, 30 juli 2011

4 tanggapan untuk posting ini.

  1. Sedih banget sih mbak puisinya. Jangan sampai duka itu trus berkelanjutan. Pulihkan ia dengan selalu memohon perlindungan Allah SWT

    Balas

  2. Terima kasih Ifan, iya nih waktu nulis memang sedihnya dalam. Alhamdulillah sekarang sudah ceria, selamat berpuasa maaf lahir batin.

    Balas

  3. selamat berpuasa

    Balas

  4. Sama-sama, selamat berpuasa juga untuk Mas Nug, terima kasih.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.